MAN 2 LUBUKLINGGAU Berita Cepatlah Covid 19 Berlalu, MANDALI Rindu KBM Tatap Muka

Cepatlah Covid 19 Berlalu, MANDALI Rindu KBM Tatap Muka

Lubuklinggau Humas,

Dalam Minggu ini di Kampus MAN 2 Lubuklinggau selalu berbenah dan melengkapi Sarana dan Prasarana di Kampus, harapan diawal tahun 2021 KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) kembali efektif seperti biasa, yaitu tatap muka. Moment belajar seperti itu adalah hal yang paling dirindukan siswa dan guru. Semoga covid 19 ini cepat berlalu, Rabu (04/11)

KBM selama covid melanda dunia termasuk kota tercinta Lubuklinggau sudah berjalan selama 7 bulan. Selama tujuh bulan tersebut sistem belajar secara Daring (PJJ) sudah pasti belajar secara daring banyak sekali dampak yang didapat. Hal itu disampaikan Nadiem dalam konferensi pers yang ditayangkan akun YouTube Kemendikbud, Jumat (7/8/2020). Nadiem awalnya bercerita mengenai banyak siswa hingga guru yang terbebani akibat PJJ ini.

\\\”Orang tua pun tidak mudah mengikuti dan mendampingi anak belajar. Banyak yang punya pekerjaan lainnya, banyak juga yang masih beradaptasi terhadap anak-anaknya melakukan PJJ dari rumah. Dan untuk memotivasi anak, itu juga banyak yang mengalami kesulitan dan memahami pembelajaran dan kurikulum yang bisa di bilang itu lumayan rumit,\\\” Tutur Beliau

Kepala MAN 2 Lubuklinggau, Saipul, S.Pd.I.M.M. Menjelaskan” Masa Pandemi ini sudah berjalan tujuh bulan selama itu juga KBM dilaksanakan secara Daring. Dalam minggu Mandali melengkapi sarana dan Prasarana untuk persiapan semoga awal semeter genap atau awal tahun 2021, KBM sudah bisa dilaksanakan secara tatap muka langsung. Dengan Belajar tatap muka langsung bisa mengurangi dampak negatif selama KBM daring,dibalik setiap sisi positif suatu hal, pastilah tersimpan sisi negatif, atau setidaknya kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi. Meskipun secara formal kegiatan pendidikan masih bisa dilakukan secara daring, namun karena siswa dan mahasiswa harus belajar di rumah, pendidikan karakter selama masa pandemi ini, rasanya menjadi sedikit terabaikan”

“Sebelumnya, ketika kegiatan pendidikan dilakukan di sekolah, pendidikan karakter dilakukan dengan pengawasan langsung dari guru . Kegiatan-kegiatan yang mendukung pendidikan karakter juga bisa dilakukan langsung, secara intensif dan bisa diukur tingkat keberhasilannya. Akan tetapi saat ini, ketika kegiatan pendidikan dilakukan secara daring, dimana yang terjadi lebih banyak hanyalah proses pembelajaran, atau transfer pengetahuan saja, tak ada yang bisa menjamin siswa  mendapatkan pendidikan karakter dari kedua orang tua mereka sesuai dengan nilai-nilai yang selama ini diajarkan oleh institusi pendidikan.Mari kita berdoa semoga badai Covid 19 ini cepat sirna di Muka Bumi ini ”Pungkas Suami Zainonah ini (Mry)

 

1 Likes