MAN 2 LUBUKLINGGAU Berita Pesantren Ramadhan Di MANDALI, Ajarkan Fikh Ramadhan Dalam Jalankan Ibadah

Pesantren Ramadhan Di MANDALI, Ajarkan Fikh Ramadhan Dalam Jalankan Ibadah

Lubuk LInggau, Humas 

Di Kampus MAN 2 Lubuklinggau hari ini merupakan hari kedua kegiatan Pesantren Ramadhan  secara Live Streaming Youtube, Kegiatan diikuti oleh siswa kelas X dan XI. Untuk hari ini Materi “Fikh Ramadhan”, siswa pun diajarkan Fikih Ramadhan dalam menjalankan ibadah oleh Joharudin.

“Dalam menjalankan ibadah  harus ada sumber yang shahih,” jelas Joharrudin yang dipandu langsung oleh Moderator Nasrullah Rabu (28/04)

Dijelaskan oleh Joharuddin bahwa menurut istilah syara’  berarti menahan diri  dari sesuatu perkara yang membatalkan puasa, mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari dengan niat tertentu. Dasar Wajib Puasa, Maksud Firman Allah Ta’ala: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa” (Al Baqarah: 183).

Sementara Hikmah Puasa Antara lain, menahan hawa nafsu, mengurangi syahwat, memberikan pelajaran bagi orang kaya untuk merasakan lapar sehingga menumbuhkan rasa kasih sayang kepada fakir miskin dan menjaga dari maksiat.

 “Syarat Wajib Puasa Islam: Puasa tidak wajib bagi orang kafir dalam hukum dunia, namun di akhirat mereka tetap akan diadzab karena kekafirannya. Adapun orang murtad, maka  wajib baginya mengqodho’ apabila ia kembali masuk Islam. Mukallaf (baligh dan berakal): Anak yang belum baligh tidak wajib puasa, namun orang tua wajib memerintahkan putra-putrinya berpuasa sejak kecil (7 tahun) dan memukul (sewajarnya) jika meninggalkan puasa saat berumur 10 tahun. Mampu mengerjakan puasa (bukan orang lansia atau orang sakit)” jelasnya

Lansia yang tidak mampu berpuasa atau orang sakit yang tidak ada harapan untuk sembuh menurut medis wajib mengganti puasanya dengan membayar fidyah yaitu satu mud (sekitar 6,25 ons) makanan pokok (beras) untuk setiap harinya. Mukim: Tidak wajib bagi Musafir selama ia bepergian sejauh lebih dari 82 km, keluar dari batas kotanya sebelum fajar dan menetap di kota tujuan tidak lebih dari 4 hari” terangnya lagi.

“Rukun-rukun Puasa,Niat: (untuk puasa wajib maupun sunnah), mulai terbenamnya matahari hingga sebelum terbitnya fajar. Niat hendaknya dilakukan setiap malam hari selama bulan Ramadhan. Niat (rukun) dilakukan di dalam hati, tanpa niat (dalam hati) puasanya tidak Sah. Adapun mengucapkan/ talaffud adalah sunnah. Menghindari perkara yang membatalkan puasa, kecuali jika lupa atau dipaksa atau karena kebodohan yang ditolerir oleh syari’at (jahil ma’dzur). Jahil ma’dzur/ kebodohan yang ditolerir syari’at ada dua, Hidup jauh dari ulama, Baru masuk Islam” Ungkapnya

Ia juga menjelsakan kepada santri pesantren ramadhan tentang hal-hal yang Membatalkan Puasa, diantaranya masuknya sesuatu ke dalam rongga terbuka yang tembus ke dalam tubuh seperti mulut, hidung, telinga dan dua lubang qubul-dubur dengan disengaja, mengetahui keharamannya dan atas kehendak sendiri.

“Namun jika dalam keadaan lupa, tidak mengetahui keharamannya karena bodoh yang ditolerir atau karena dipaksa, maka puasanya tetap Sah.” Ujarnya

Ia melanjutkan Murtad, yakni keluar dari Islam, baik dengan niat dalam hati, perkataan, perbuatan, walau pun perbuatan murtad tersebut sekejap saja. Haid, nifas dan melahirkan sekali pun sebentar. Gila meski pun sebentar. Pingsan dan mabuk (tidak disengaja) sehari penuh. Jika masih ada kesadaran sekali pun sebentar, puasanya tetap Sah. Bersetubuh dengan sengaja dan mengetahui keharamannya. Mengeluarkan mani, baik dengan tangan, atau tangan istrinya, atau dengan berhayal, atau dengan melihat (jika dengan berhayal dan melihat itu dia tahu kalau akan mengeluarkan mani), atau dengan tidur berdampingan (bersenang-senang) bersama istrinya. Jika mani keluar dengan salah satu sebab di atas, maka puasanya batal. Muntah dengan sengaja.  (Mry)

3 Likes