Sejarah

Kota Lubuklinggau sebagai salah satu kota yang ada di Sumatera Selatan yang terletak diposisi yang juga strategis, karena berada diperlintasan lintas timur. Sejak tahun 2003 kota Lubuklinggau yang berubah statusnya menjadi kota definitif semakin mengokohkan kedudukannya sebagai kota transit, karena kota Lubuklinggau menjadi perlintasan perdagangan dari kota Bengkulu, dengan kota-kota lainnya di pulau Sumatera dan pulau Jawa. Keberadaan kota Lubuklinggau sebagai kota perdagangan sangat membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang berkualita. Apalagi kota lubuklinggau dalam operasionalisasi mengusung visi sebagai kota perdagangan, pendidikan menuju terciftanya masyarakat madani. Oleh karena itu pendidikan memegang peranan strategis dalam rangka menciptakan suamber daya manusia yang handal dan siap bersaing untuk mewujudkan visi dan misi kota Lubuklinggau.

MAN 2 Lubuklinggau terletak dijantung kota. Tempatnya dijalan protokol yang menghubungkan akses perlintasan lintas timur Sumatera. MAN 2 secara geografis terletak pada posisi yang strategis, karena dapat diakses dari berbagai sudut kota Lubuklinggau. Lokasinya tidak jauh dari jalan utama, memungkinkan MAN 2 dapat berkembang seiring dengan perkembangan kota yang semakin cepat. Disamping itu sejalan dengan visi kota Lubuklinggau untuk menjadikan kota pendidikan dan masyarakat madani, maka MAN 2 Lubuklinggau yang letaknya strategis, dapat mengembangkan diri lebih baik lagi.

Di MAN 2 Lubuklinggau saat ini, peluang menuju kearah pengembangan medrasah berstandar nasional cukup terbuka, hal ini ditandai dengan lokasi madrasah yang strategis, masih cukup tersedia lahan untuk pengembangan sumber daya mayoritas cukup memadai kepemimpinan dan tata kelolah yang berbasis manajemen modern serta dukungan stakeholder khususnya stakholders internal cukup kuat dan team work yang kompak. Dalam konteks kurikulum dan pembelajaran saat ini telah diberlakukan kurikulum 2013. demikianlah halnya dengan pelaksanaan pembelajaran secara berangsur-angsur diarahkan bagi pemenuhan standart proses.

Tujuan ini merupakan dambaan setiap warga negara Indonesia pada umumnya, Meskipun harapan dan dambaan ini masih jauh, namun demikian upaya-upaya mencapai tujuan tersebut harus selalu berjalan terus. Di sisi lain tuntutan globalisasi membawa kita memasuki arus persaingan yang ketat untuk memasuki bursa kerja. Sementara itu, lulusan MAN 2 Lubuklinggau juga diharapkan melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi, namun karena berbagai permasalahan, banyak yang tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi sebagaimana mestinya. Sedangkan bila akan memasuki bursa kerja bekal keterampilan hidup yang dimiliki masih sangat kurang. Akibatnya lulusan MAN 2 Lubuklinggau serba canggung, artinya ingin melanjutkan ke pendidikan tinggi mengalami kendala pembiayaan, sedangkan bila memasuki bursa kerja bekal ketarampilan yang dimiliki belum cukup memadai.

Kondisi ini memerlukan perhatian kita bersama dan tidak dapat dibiarkan terjadi dari tahun ke tahun. Atas dasar inilah setiap madrasah berkewajiban menyusun program kerja tahunan yang mampu menjawab tantangan global, maupun dalam mewujudkan dambaan masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat sekitar kita pada khususnya. Oleh karena itu, program kerja tahunan ini diharapkan mampu mengakomodasi berbagai kepentingan siswa yang ingin melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi, maupun bagi siswa yang akan memasuki dunia pekerjaan

MAN 2 Lubuklnggau pada tahun 2018 kembali menyusun program kerja tahunan dengan harapan mampu menjawab tantangan yang selalu timbul di dunia pendidikan saat ini maupun masa datang. Program yang disusun di samping program yang bersifat rutin juga mencantumkan program peningkatan mutu akademis dan peningkatan mutu pembekalan kecakapan vokasional. Dengan harapan agar setiap lulusan MAN 2 Lubuklinggau  percaya diri dalam mengikuti seleksi di perguruan tinggi, maupun bersaing dalam memasuki dunia kerja. Agar program kerja tahunan ini dapat berjalan sesuai dengan harapan, sudah semestinya memerlukan dukungan dari segenap stakeholder madrasah. Dukungan ini diwujudkan ke dalam suatu team work yang solid.  Suatu team work yang solid harus dilandasi dengan sikap saling asih, asah, dan asuh serta saling percaya akan kelebihan masing-masing, serta memahami kekurangan yang dimiliki dari masing-masing individu.

Program kerja ini dapat dilaksanakan secara fleksibel, luwes, dan supel tetapi bukan berarti dapat dengan mudah untuk diubah. Untuk itulah maka dalam program kerja ini perlu diadakan evaluasi dan monitoring secara berjenjang, berkala, dan berkelanjutan yang dilakukan pada awal, proses, dan akhir kegiatan.

2 Likes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.