Dalam mempelajari Bahasa Inggris, kita akan menemukan dua bentuk kalimat yang sering digunakan, yaitu active voice (kalimat aktif) dan passive voice (kalimat pasif). Keduanya memiliki fungsi yang berbeda dalam menyampaikan informasi. Jika kalimat aktif berfokus pada pelaku tindakan, maka kalimat pasif lebih menekankan pada objek yang menerima tindakan tersebut.
Pemahaman tentang passive voice sangat penting karena bentuk kalimat ini sering digunakan dalam percakapan, penulisan akademik, berita, maupun berbagai jenis teks Bahasa Inggris lainnya. Oleh karena itu, penting untuk memahami pengertian passive voice, rumus yang digunakan, pola kalimat berdasarkan tenses, serta contoh penggunaannya agar dapat berkomunikasi dan menulis dalam Bahasa Inggris dengan lebih baik.
Table of Contents
TogglePengertian Passive Voice
Passive voice adalah bentuk kalimat dalam Bahasa Inggris yang menempatkan objek sebagai fokus utama kalimat. Pada kalimat pasif, subjek tidak melakukan tindakan, melainkan menerima tindakan yang dilakukan oleh pihak lain.
Secara sederhana, jika dalam active voice pelaku tindakan menjadi subjek kalimat, maka dalam passive voice objek dari kalimat aktif akan berubah menjadi subjek kalimat pasif. Karena itu, passive voice sering digunakan ketika pelaku tindakan tidak diketahui, tidak penting untuk disebutkan, atau ingin menekankan hasil dari suatu tindakan.
Perhatikan contoh berikut:
Active Voice:
The teacher explains the lesson.
(Guru menjelaskan pelajaran.)
Passive Voice:
The lesson is explained by the teacher.
(Pelajaran dijelaskan oleh guru.)
Pada contoh tersebut, fokus kalimat berubah dari the teacher (pelaku) menjadi the lesson (objek yang menerima tindakan).
Passive voice banyak digunakan dalam berbagai situasi, seperti laporan, artikel ilmiah, berita, pengumuman, maupun instruksi resmi. Dengan menggunakan kalimat pasif, perhatian pembaca atau pendengar dapat lebih diarahkan pada tindakan atau hasil yang terjadi dibandingkan pelakunya.
Rumus Passive Voice

Untuk membuat kalimat passive voice, terdapat rumus dasar yang perlu dipahami terlebih dahulu. Pada dasarnya, passive voice dibentuk dengan menggunakan to be yang disesuaikan dengan tenses, kemudian diikuti oleh Verb 3 (Past Participle).
A. Rumus Dasar Passive Voice
Subject + To Be + Verb 3 (Past Participle) + By + Object
Keterangan:
- Subject = penerima tindakan
- To Be = am, is, are, was, were, been, atau be (sesuai tenses)
- Verb 3 = bentuk ketiga dari kata kerja
- By + Object = pelaku tindakan (opsional)
Contoh:
Active Voice:
John writes a letter.
Passive Voice:
A letter is written by John.
Pada kalimat tersebut:
- A letter = Subject
- is = To Be
- written = Verb 3
- by John = Pelaku tindakan
B. Cara Mengubah Active Voice Menjadi Passive Voice
Untuk mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif, ikuti langkah berikut:
- Jadikan objek pada kalimat aktif sebagai subjek baru.
- Tentukan bentuk to be sesuai dengan tenses kalimat.
- Ubah kata kerja utama menjadi Verb 3 (Past Participle).
- Tambahkan pelaku tindakan menggunakan by jika diperlukan.
Contoh:
Active Voice:
The students clean the classroom.
- Subject = The students
- Verb = clean
- Object = the classroom
Passive Voice:
The classroom is cleaned by the students.
C. Fungsi Penggunaan “By”
Kata by digunakan untuk menunjukkan siapa yang melakukan tindakan dalam kalimat pasif.
Contoh:
- The book was written by J.K. Rowling.
- The house was built by my father.
Namun, dalam banyak kasus, bagian by + pelaku sering dihilangkan jika pelakunya tidak diketahui atau tidak penting untuk disebutkan.
Contoh:
- The window was broken.
- The road is being repaired.
Dengan memahami rumus dasar ini, Anda akan lebih mudah mempelajari berbagai pola passive voice pada berbagai tenses dalam Bahasa Inggris.
Pola Kalimat Passive Voice Berdasarkan Tenses
Dalam Bahasa Inggris, bentuk to be yang digunakan dalam passive voice harus disesuaikan dengan tenses kalimat. Oleh karena itu, setiap tenses memiliki pola passive voice yang berbeda. Berikut beberapa pola passive voice yang paling sering digunakan.
A. Simple Present Tense
Rumus:
Subject + am/is/are + Verb 3
Contoh:
- The classroom is cleaned every day.
- English is spoken in many countries.
Kalimat pasif pada Simple Present digunakan untuk menyatakan fakta, kebiasaan, atau kegiatan yang dilakukan secara rutin.
B. Simple Past Tense
Rumus:
Subject + was/were + Verb 3
Contoh:
- The letter was sent yesterday.
- The match was won by our team.
Kalimat pasif pada Simple Past digunakan untuk menyatakan tindakan yang terjadi di masa lalu.
C. Present Continuous Tense
Rumus:
Subject + am/is/are being + Verb 3
Contoh:
- The bridge is being repaired.
- The food is being prepared in the kitchen.
Bentuk ini digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu tindakan sedang berlangsung saat ini.
D. Past Continuous Tense
Rumus:
Subject + was/were being + Verb 3
Contoh:
- The road was being repaired when I arrived.
- The project was being discussed during the meeting.
Kalimat pasif pada Past Continuous digunakan untuk menunjukkan tindakan yang sedang berlangsung pada waktu tertentu di masa lalu.
E. Present Perfect Tense
Rumus:
Subject + has/have been + Verb 3
Contoh:
- The report has been completed.
- The books have been returned to the library.
Bentuk ini digunakan untuk menyatakan tindakan yang telah selesai dilakukan dan hasilnya masih berkaitan dengan kondisi saat ini.
F. Simple Future Tense
Rumus:
Subject + will be + Verb 3
Contoh:
- The meeting will be held tomorrow.
- The package will be delivered next week.
Kalimat pasif pada Simple Future digunakan untuk menyatakan tindakan yang akan terjadi di masa depan.
Dengan memahami pola-pola tersebut, Anda dapat membentuk kalimat passive voice pada berbagai tenses dengan lebih mudah. Kunci utamanya adalah menyesuaikan bentuk to be dengan tenses yang digunakan dan selalu menggunakan Verb 3 (Past Participle) setelahnya.
Contoh Kalimat Passive Voice
Setelah memahami pengertian, rumus, dan pola kalimat passive voice, berikut beberapa contoh penggunaannya dalam berbagai tenses yang sering dipelajari dalam Bahasa Inggris.
1. Contoh Passive Voice dalam Simple Present
Active Voice:
The teacher teaches English.
(Guru mengajar Bahasa Inggris.)
Passive Voice:
English is taught by the teacher.
(Bahasa Inggris diajarkan oleh guru.)
Active Voice:
They clean the classroom every day.
(Mereka membersihkan kelas setiap hari.)
Passive Voice:
The classroom is cleaned every day.
(Kelas dibersihkan setiap hari.)
Active Voice:
People speak English in many countries.
(Orang-orang menggunakan Bahasa Inggris di banyak negara.)
Passive Voice:
English is spoken in many countries.
(Bahasa Inggris digunakan di banyak negara.)
2. Contoh Passive Voice dalam Simple Past
Active Voice:
John wrote a letter.
(John menulis sebuah surat.)
Passive Voice:
A letter was written by John.
(Sebuah surat ditulis oleh John.)
Active Voice:
The team won the match.
(Tim memenangkan pertandingan.)
Passive Voice:
The match was won by the team.
(Pertandingan dimenangkan oleh tim.)
Active Voice:
My mother cooked dinner.
(Ibu saya memasak makan malam.)
Passive Voice:
Dinner was cooked by my mother.
(Makan malam dimasak oleh ibu saya.)
3. Contoh Passive Voice dalam Present Perfect
Active Voice:
They have completed the project.
(Mereka telah menyelesaikan proyek.)
Passive Voice:
The project has been completed.
(Proyek telah diselesaikan.)
Active Voice:
The students have submitted the assignment.
(Para siswa telah mengumpulkan tugas.)
Passive Voice:
The assignment has been submitted by the students.
(Tugas telah dikumpulkan oleh para siswa.)
Active Voice:
We have finished the report.
(Kami telah menyelesaikan laporan.)
Passive Voice:
The report has been finished.
(Laporan telah diselesaikan.)
4. Contoh Passive Voice dalam Simple Future
Active Voice:
The company will launch a new product.
(Perusahaan akan meluncurkan produk baru.)
Passive Voice:
A new product will be launched by the company.
(Produk baru akan diluncurkan oleh perusahaan.)
Active Voice:
They will hold the meeting tomorrow.
(Mereka akan mengadakan rapat besok.)
Passive Voice:
The meeting will be held tomorrow.
(Rapat akan diadakan besok.)
Active Voice:
The courier will deliver the package.
(Kurir akan mengirim paket.)
Passive Voice:
The package will be delivered by the courier.
(Paket akan dikirim oleh kurir.)
5. Contoh Passive Voice dalam Kehidupan Sehari-hari
Berikut beberapa contoh passive voice yang sering ditemukan dalam pengumuman, berita, maupun percakapan sehari-hari:
- The door is locked. (Pintu dikunci.)
- The road is being repaired. (Jalan sedang diperbaiki.)
- The event was canceled due to bad weather. (Acara dibatalkan karena cuaca buruk.)
- The package has been delivered. (Paket telah dikirim.)
- The results will be announced next week. (Hasil akan diumumkan minggu depan.)
Dari contoh-contoh di atas, dapat dilihat bahwa passive voice digunakan ketika fokus kalimat ditujukan pada objek yang menerima tindakan. Karena itulah bentuk kalimat ini sering digunakan dalam tulisan formal, laporan, berita, maupun komunikasi sehari-hari.
Tips Menggunakan Passive Voice
Meskipun rumus passive voice cukup mudah dipahami, masih banyak pelajar yang melakukan kesalahan saat menggunakannya. Berikut beberapa tips yang dapat membantu Anda membuat kalimat passive voice dengan benar.
A. Fokus pada Objek yang Menerima Tindakan
Ciri utama passive voice adalah objek menjadi fokus utama kalimat. Oleh karena itu, pastikan objek pada kalimat aktif diubah menjadi subjek pada kalimat pasif.
Contoh:
The teacher explains the lesson. → The lesson is explained by the teacher.
B. Gunakan Verb 3 (Past Participle)
Dalam passive voice, kata kerja utama harus selalu menggunakan bentuk ketiga atau Verb 3.
Contoh:
- write → written
- make → made
- clean → cleaned
- teach → taught
C. Sesuaikan Bentuk To Be dengan Tenses
Bentuk to be yang digunakan harus mengikuti tenses kalimat.
Contoh:
- Simple Present → am/is/are + V3
- Simple Past → was/were + V3
- Present Perfect → has/have been + V3
- Simple Future → will be + V3
D. Tidak Selalu Harus Menggunakan “By”
Bagian by + pelaku sebenarnya bersifat opsional. Jika pelaku tindakan tidak diketahui atau tidak penting untuk disebutkan, bagian tersebut dapat dihilangkan.
Contoh:
The window was broken.
Kalimat tersebut tetap benar meskipun tidak menyebutkan siapa yang memecahkan jendela.
Kesalahan Umum dalam Passive Voice
Saat belajar passive voice, terdapat beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh pelajar. Dengan mengetahui kesalahan tersebut, Anda dapat menghindarinya saat membuat kalimat.
1. Salah Menggunakan Bentuk To Be
Banyak siswa menggunakan bentuk to be yang tidak sesuai dengan tenses.
Salah:
The book is written yesterday.
Benar:
The book was written yesterday.
2. Menggunakan Verb 1 atau Verb 2
Passive voice harus menggunakan Verb 3, bukan Verb 1 atau Verb 2.
Salah:
The classroom is clean by the students.
Benar:
The classroom is cleaned by the students.
3. Tidak Mengubah Objek Menjadi Subjek
Saat mengubah active voice menjadi passive voice, objek harus dipindahkan menjadi subjek baru.
Salah:
The teacher is taught by the lesson.
Benar:
The lesson is taught by the teacher.
Passive voice adalah bentuk kalimat dalam Bahasa Inggris yang menempatkan objek sebagai fokus utama kalimat. Kalimat pasif dibentuk menggunakan pola to be + Verb 3 (Past Participle) dengan bentuk to be yang disesuaikan dengan tenses yang digunakan. Bentuk kalimat ini sering digunakan ketika tindakan atau hasil suatu pekerjaan lebih penting daripada pelakunya.
Dengan memahami pengertian, rumus, pola kalimat berdasarkan tenses, contoh penggunaan, serta tips yang telah dibahas, Anda dapat menggunakan passive voice dengan lebih tepat dalam percakapan maupun penulisan Bahasa Inggris. Semakin sering berlatih mengubah active voice menjadi passive voice, semakin mudah pula memahami salah satu materi grammar yang penting ini.





